MAJALENGKA,faktaliputan.com
Langkah nyata membuka peluang kerja dan meningkatkan keterampilan masyarakat diwujudkan melalui program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan skema pelatihan menjahit berbasis penempatan kerja. Kegiatan ini resmi digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintahan Cakraningrat, Kelurahan Cikasarung, Kabupaten Majalengka, sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus memberdayakan warga melalui keterampilan yang siap pakai.
Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja (DK2UKM) Majalengka H. Solehudin, serta Kepala BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si. Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Eman Suherman menyambut baik kerja sama ini. "Program seperti inilah yang kita butuhkan—bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membekali masyarakat dengan keterampilan yang bisa mengubah masa depan mereka. Pelatihan berbasis penempatan kerja artinya setelah lulus, peserta langsung memiliki tempat bekerja. Ini solusi nyata untuk mensejahterakan rakyat," ujarnya.
Program unggulan kali ini berfokus pada pelatihan menjahit dengan konsep berbasis penempatan kerja. Artinya, peserta tidak hanya dilatih keterampilan teknis menjahit dari tingkat dasar hingga mahir, tetapi juga dijamin penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Hal ini menjamin bahwa ilmu yang dipelajari langsung diterapkan dan memberikan penghasilan.
Kepala Dinas DK2UKM Majalengka H. Solehudin menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja. "Keterampilan menjahit memiliki pasar yang luas, baik di industri garmen maupun usaha rumahan. Dengan skema penempatan kerja, kami pastikan tidak ada peserta yang kembali ke tangan kosong. Keterampilan adalah aset seumur hidup," tegasnya.
Kepala BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Vokasi ini merupakan wujud pengelolaan zakat yang produktif dan berdampak jangka panjang.
"Zakat tidak hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi harus bisa mengangkat penerima dari keterbatasan menuju kemandirian. Melalui beasiswa vokasi ini, dana zakat yang terkumpul kami salurkan untuk membangun kemampuan diri. Ketika seseorang memiliki keterampilan, ia tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan mampu mandiri dan bahkan membantu sesama," ungkap H. Agus Asri Sabana.
Terletak di BLK Cakraningrat yang menjadi pusat pelatihan keterampilan di Kelurahan Cikasarung, kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya tenaga kerja terampil, mandiri, dan berkualitas dari tanah Majalengka. Sinergi antara pemerintah daerah melalui DK2UKM, BAZNAS, dan BLK menjadi model kerja sama yang saling melengkapi—pemerintah menyediakan wadah dan fasilitas, BAZNAS menyokong pembiayaan, dan peserta membawa semangat belajar untuk mengubah nasib.
Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan berkembang ke bidang keterampilan lain, sehingga semakin banyak warga Majalengka yang terbantu, terampil, dan sejahtera.
Ujang Darwin


