• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ketua Komisi III DPRD Majalengka Sidak SDN 3 Mirat yang Ambruk: Soroti Kejanggalan Konstruksi dan Minta Investigasi Menyeluruh

    Rabu, 06 Mei 2026, Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-06T01:36:04Z
    masukkan script iklan disini

     

     


    Majalengka,faktaliputan.com

    Insiden ambruknya tiga ruang kelas di SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, memicu respon cepat dari Komisi III DPRD Majalengka. Ketua Komisi III, H. Iing Misbahuddin, langsung turun ke lokasi pada Selasa (5/5) untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan meninjau langsung kondisi kerusakan bangunan sekolah tersebut.

     

    Kejadian ambruknya atap sekolah ini terjadi setelah diguyur hujan deras pada malam hari beberapa hari sebelumnya. Meskipun tidak ada korban jiwa karena kejadian terjadi saat sekolah libur, kerusakan yang terjadi cukup parah dan menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan siswa dan tenaga pendidik serta kualitas pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut.

     

    Temuan Kejanggalan di Lapangan

     

    Dalam sidak tersebut, H. Iing Misbahuddin membeberkan sejumlah temuan yang dinilai janggal secara teknis. Menurutnya, meskipun genteng yang digunakan adalah jenis standar (Palentong), namun struktur rangka baja ringan terlihat memiliki jarak yang terlalu renggang, bahkan mencapai lebih dari satu meter. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku, sehingga tidak mampu menopang beban dengan baik.

     

    Poin paling krusial yang disoroti adalah penggunaan material kayu sebagai penahan beban utama rangka atap. Secara teknis, bagian struktur vital seperti ini seharusnya menggunakan balok beton yang jauh lebih kuat dan kokoh. Selain itu, ada dugaan bahwa kayu yang digunakan bukanlah material baru yang berkualitas baik.

     

    "Kami melihat ada kejanggalan yang cukup jelas. Jarak rangka terlalu jauh dan penyangganya menggunakan kayu, padahal seharusnya beton. Ini yang membuat kami curiga ada penyimpangan dalam spesifikasi material dan pengerjaan," ujar H. Iing Misbahuddin kepada wartawan di lokasi.

     

    Usia Bangunan Terlalu Muda untuk Ambruk

     

    Perlu diketahui, renovasi besar-besaran pada SDN 3 Mirat terakhir dilakukan pada tahun 2022. Artinya, usia bangunan baru sekitar empat tahun. Menurut H. Iing, hal ini sangat tidak wajar jika bangunan yang masih relatif baru sudah mengalami keruntuhan yang parah, apalagi jika dikerjakan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

     

    Ia juga mengingatkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya di beberapa sekolah lain di Majalengka. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin kejadian ini terulang kembali dan menuntut agar penyebabnya diusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan kontraktor atau pihak yang menangani proyek pada periode yang sama.

     

    Langkah Tindak Lanjut

     

    Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Majalengka akan segera memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Inspektorat Daerah, serta kontraktor yang menangani proyek tersebut. Tujuannya untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait proses pembangunan, spesifikasi material, serta pelaksanaan pekerjaan.

     

    Selain itu, Komisi III juga mendorong dilakukannya pemeriksaan teknis secara menyeluruh oleh tim ahli untuk mengetahui penyebab pasti keruntuhan. Hasil dari investigasi ini nantinya akan menjadi dasar untuk mengambil langkah hukum atau administratif jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan.

     

    "Kami tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama, dan kualitas pembangunan infrastruktur publik harus terjamin. Siapa pun yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkannya," tegas H. Iing Misbahuddin.

     

    Sementara itu, pihak sekolah dan dinas terkait telah melakukan langkah pengamanan area yang rusak dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan dengan baik dengan memindahkan siswa ke ruang lain atau menggunakan fasilitas sementara. Perbaikan bangunan juga direncanakan akan segera dilakukan setelah hasil investigasi selesai dan rencana kerja disusun.

    Ujang darwin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini