• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Anggota DPRD Sumbar Endarmy Minta Pemerintah Perbaiki Jembatan Akses Penghubung Dua Nagari

    Senin, 11 Mei 2026, Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T13:22:33Z
    masukkan script iklan disini


    Faktaliputan.com - Padang Pariaman - Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hj. Endarmy menyoroti belum diperbaikinya Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, meski bencana banjir bandang telah berlalu selama lima bulan.


    Menurut Endarmy, jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat yang menghubungkan Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam, Sebelum rusak akibat banjir bandang, jembatan itu menjadi jalur utama warga dan pelajar untuk beraktivitas setiap hari.


    “Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebelum rusak, akses itu menjadi satu-satunya jalur utama warga dan pelajar di dua Nagari,”kata Endarmy saat diwawancarai, pada Senin (11/05/2026).


    Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu menjelaskan, hingga kini masyarakat masih menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama saat debit air meningkat dan arus sungai deras.


    Meski terdapat jalur alternatif, Endarmy menyebut akses tersebut memerlukan waktu tempuh lebih lama karena jaraknya cukup jauh.


    “Akses lain ada, akan tetapi butuh waktu dan jaraknya lebih jauh,”ujarnya.


    Endarmy meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membantu aktivitas masyarakat, Ia mendorong pembangunan jembatan darurat sebagai solusi jangka pendek agar mobilitas warga kembali normal.


    Selain itu, ia juga meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai guna mempercepat pemulihan pascabencana di kawasan tersebut.


    Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat tidak terus terganggu.


    Diketahui, Jembatan Anduriang mengalami rusak berat setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Hingga kini, warga masih menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah.

    (Maruli)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini