• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Anggota DPRD Sumbar Nurfirmanwansyah Bina Pelaku Usaha di Kabupaten Solok, Dorong UMKM Berbasis Digital

    Rabu, 06 Mei 2026, Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T20:03:53Z
    masukkan script iklan disini


    Faktaliputan.com - Kabupaten Solok - Komitmen mendorong penguatan ekonomi kerakyatan terus ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Drs. H. Nurfirmanwansyah, Apt., M.M melalui langkah konkret di lapangan.


    Ia turun langsung membina pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jorong Parak Gadang, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Minggu (03/05/2026).


    Kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Nurfirmanwansyah hadir menyapa langsung para pelaku usaha rumahan seperti pengolah ikan bilih, kerupuk jangek, hingga kerupuk ubi yang menjadi bagian penting dari ekonomi lokal masyarakat.


    Di tengah aktivitas produksi yang sudah dimulai sejak pagi, ia berdialog langsung dengan pelaku UMKM untuk memahami tantangan nyata yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan alat hingga pemasaran produk.


    “UMKM bukan hanya sekadar usaha kecil, tetapi fondasi ekonomi masyarakat. Jika UMKM kuat, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh,”ujar Nurfirmanwansyah.


    Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyalurkan sejumlah bantuan berupa etalase produk, freezer, kulkas, serta perlengkapan kemasan (packaging) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.


    Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus nilai jual produk UMKM.


    Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus disertai pendampingan berkelanjutan dan pemenuhan kebutuhan dasar usaha.


    Sebelumnya, pada 29-30 April 2026, Nurfirmanwansyah juga menginisiasi pelatihan bertajuk “UMKM Naik Kelas Berbasis AI” di kawasan Alahan Panjang.


    Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dalam pengembangan usaha.


    “Sekarang bukan hanya soal produksi, tetapi bagaimana memasarkan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan memanfaatkan teknologi. Bahkan UMKM harus mulai mengenal AI sebagai alat bantu usaha,”katanya.


    Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi kreatif melalui program Creative Hub Sumatera Barat yang mendorong integrasi kreativitas dan teknologi dalam pengembangan usaha lokal.


    Salah seorang pelaku UMKM, Esi, mengaku terbantu dengan perhatian yang diberikan, Ia menilai bantuan yang diterima sangat berarti untuk mendukung kelangsungan usahanya.


    “Terima kasih banyak atas bantuan ini. Kehadiran bapak menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang,”ujarnya.


    Ia menambahkan, dukungan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan usaha, tetapi juga memberikan motivasi baru bagi pelaku UMKM agar lebih percaya diri dalam mengembangkan produk.


    Upaya pembinaan yang dilakukan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan sehingga UMKM benar-benar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.


    Kehadiran langsung legislator di tengah pelaku usaha menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus melalui program besar, tetapi juga melalui langkah sederhana yang tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

    (Maruli)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini