• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono Ajak Umat Muslim Sambut Ramadhan 1447 H dengan Semangat Transformasi dan Kepedulian

    Rabu, 18 Februari 2026, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T00:39:11Z
    masukkan script iklan disini


    FAKTA LIPUTAN.COM, Brunei Darussalam - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono, DBA, Ph.D., menyampaikan ucapan dan doa terbaik kepada seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Dalam pesannya yang penuh makna, beliau mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembaruan diri, penguatan spiritualitas, dan peningkatan kepedulian sosial.

    “Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga setiap langkah ibadah yang kita jalankan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

    Sebagai akademisi dan praktisi maritim yang telah lama berkecimpung di dunia kepemimpinan dan pendidikan, Prof. Eddy menilai Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter. Puasa, menurutnya, melatih disiplin, integritas, serta kemampuan mengendalikan diri—nilai-nilai yang sangat relevan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

    Ia menekankan bahwa esensi Ramadhan terletak pada transformasi. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan ego, amarah, serta segala bentuk perilaku yang dapat merugikan orang lain. “Ramadhan adalah sekolah kehidupan. Di dalamnya kita belajar tentang kesabaran, kejujuran, empati, dan keikhlasan. Nilai-nilai ini jika diterapkan secara konsisten akan melahirkan pribadi yang tangguh dan berintegritas,” jelasnya.

    Dalam pesannya, Prof. Eddy juga mengajak umat Muslim untuk memperkuat solidaritas sosial. Di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan memperluas kepedulian. Menurutnya, keberkahan bulan suci akan semakin terasa ketika setiap individu mampu menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

    “Ramadhan mengajarkan kita bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah spiritual dan tanggung jawab profesional. Bagi para pekerja, mahasiswa, maupun pemimpin di berbagai sektor, Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa spiritualitas dapat berjalan selaras dengan kinerja yang unggul.

    Dengan nada optimistis, Prof. Eddy berharap Ramadhan 1447 H menjadi titik awal kebangkitan moral dan spiritual bangsa. Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari perubahan diri. Ketika setiap individu berkomitmen memperbaiki kualitas ibadah, memperhalus akhlak, dan meningkatkan etos kerja, maka dampaknya akan terasa luas dalam kehidupan bermasyarakat.

    Menutup pesannya, ia menyampaikan doa agar bulan suci ini membawa kedamaian, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim di mana pun berada.

    “Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, lebih bijaksana, dan lebih peduli. Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih, tekad yang kuat, serta semangat untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.”

    Ucapan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi tentang menata kembali arah hidup dengan nilai-nilai kebaikan yang abadi. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini