-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Lepas LLA-TJPHK V 2026, Hadirkan Rp 106 Juta Hadiah untuk Pecinta Alam

    Sabtu, 10 Oktober 2026, Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T07:26:47Z
    masukkan script iklan disini



    Faktaliputan.com - Padang - Menyusuri perbukitan, menembus kawasan hutan, melintasi sungai, hingga menapaki jalan raya sejauh kurang lebih 40 kilometer.


    Bagi ratusan pecinta alam yang mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026, perjalanan ini bukan sekadar menguji ketahanan fisik, tetapi juga menelusuri kembali jejak perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


    Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, membuka kegiatan tersebut di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, pada Jum'at (09/10/2026).


    Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan kecintaan terhadap alam sebagai komitmen nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.


    Menurut Vasco, kegiatan lintas alam harus menjadi ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa, khususnya perjuangan Batalyon Harimau Kuranji.


    “Sebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam, Alam juga memiliki aturan yang harus kita perhatikan dan indahkan,”pesannya.


    Ia juga meminta peserta memahami nilai sejarah di balik kegiatan tersebut. Semangat perjuangan Harimau Kuranji, yang dikenal sebagai bagian dari perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan, diharapkan terus hidup di kalangan generasi muda.


    LLA-TJPHK V 2026 diikuti 324 peserta yang tergabung dalam 81 tim, Peserta terdiri atas 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum. Mereka berasal dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, serta daerah tetangga, yakni Pekanbaru, Riau, dan Kerinci, Jambi.


    Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.


    Menurut Khalid, setiap tim terdiri atas empat orang, dengan pembagian satu orang official dan tiga anggota peserta, Kehadiran peserta lintas daerah menunjukkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan komunitas pecinta alam untuk memperluas persahabatan dan pengalaman.


    “Sekarang total peserta 81 tim, yang terdiri dari pelajar 46 tim dan umum 35 tim,”ujar Khalid.


    Tahun ini, peserta memperebutkan total hadiah Rp 106 juta yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Hadiah untuk kategori terbaik I sebesar Rp 10 juta, terbaik II Rp 7,5 juta, dan terbaik III Rp 6 juta, Panitia juga menyiapkan 45 item doorprize dengan total nilai Rp 10 juta.


    Namun, tantangan utama lomba bukan hanya hadiah, Peserta harus menaklukkan jalur lintas alam sepanjang kurang lebih 40 kilometer dengan medan yang bervariasi, mulai dari perbukitan, kawasan hutan, telusur sungai, hingga jalan raya.


    Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, mengatakan LLA-TJPHK memiliki misi lebih luas daripada sekadar menguji kemampuan fisik dan memacu adrenalin peserta.


    Menurutnya, kegiatan yang mengusung kepedulian terhadap lingkungan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji kepada generasi muda.


    “Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Kota Padang,”kata Evi Yandri.


    Ia menjelaskan, dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda melalui olahraga, kecintaan terhadap alam, dan pembelajaran sejarah.


    Keterlibatan peserta dari luar Sumbar juga menjadi perkembangan tersendiri. Tahun ini, dua tim berasal dari Pekanbaru, Riau, sedangkan satu tim berasal dari Kerinci, Jambi.


    Evi Yandri menyebutkan, terdapat pula minat dari 10 tim asal Sumatera Utara untuk mengikuti kegiatan tersebut, Keinginan mereka diharapkan dapat diakomodasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya.


    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan bahwa LLA-TJPHK dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, membentuk disiplin, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan wawasan kebangsaan.


    Secara khusus, kegiatan ini mengangkat sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


    Fuadi menerangkan, lokasi awal kegiatan semula direncanakan berada di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, karena kawasan tersebut dilanda bencana longsor, lokasi pembukaan sekaligus start dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.


    Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus, kemudian memasuki kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan (Luki), dan berakhir di Gua Kelelawar, Padayo, Luki.


    Pada etape kedua, peserta kembali bergerak dari Gua Kelelawar Padayo, menembus kawasan hutan Gaduik sekitar tiga kilometer, lalu menuju Pauh V hingga mencapai garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.


    Jalur tersebut bukan rute baru bagi penyelenggara. Menurut panitia, lintasan serupa pernah digunakan pada LLA-TJPHK III tahun 2024.


    Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian lomba berfokus pada kecepatan waktu, sedangkan unsur ketepatan waktu ditiadakan.


    Untuk memperkuat pemahaman sejarah, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui diskusi sejarah yang menghadirkan dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar, serta mengikuti technical meeting sebelum lomba dimulai.


    Bagi penyelenggara, keberhasilan LLA-TJPHK tidak hanya ditentukan oleh tim yang mencapai finis paling cepat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan meninggalkan pengalaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, membangun solidaritas, dan memahami perjuangan generasi terdahulu.


    Pesan tersebut menjadi penekanan Wagub Vasco Ruseimy saat membuka kegiatan. Ia berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman menaklukkan medan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam dan menghormati sejarah bangsa.


    Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah, LLA-TJPHK V 2026 menjadi pertemuan antara olahraga petualangan, pendidikan lingkungan, dan pengenalan sejarah perjuangan lokal.


    Dari Bungus, melewati hutan dan perbukitan hingga Kuranji, perjalanan 40 kilometer itu mengingatkan bahwa kecintaan terhadap alam dan penghargaan terhadap sejarah dapat berjalan beriringan sebagai bekal membangun karakter generasi muda.

    (Maruli)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini