MAJALENGKA,faktaliputan.com
Sidang Senat Terbuka Wisuda XXVIII Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran "Suara Kebenaran" berlangsung penuh sukacita dan makna mendalam. Sebanyak 21 wisudawan dan wisudawati resmi dinyatakan lulus, dan yang paling istimewa — mereka datang dari hampir seluruh pulau di Indonesia. Dari Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, hingga Sumatera — keberagaman ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa lembaga ini telah menjangkau seluruh pelosok negeri dan menyatukan anak bangsa dalam semangat belajar dan melayani.
Acara ini dipimpin langsung oleh Dr. Nehemia Parmonangan Pasaribu, M.Th., selaku Ketua Sekolah Tinggi Teologi Penyebaran "Suara Kebenaran".
Tema Wisuda: "Suara Kebenaran" — Ilmu yang Disertai Integritas
Tema yang diangkat dalam wisuda kali ini adalah "Suara Kebenaran". Bagi para lulusan, tema ini bukan sekadar kalimat indah, melainkan panggilan hidup. Dr. Nehemia menegaskan: ilmu pengetahuan teologi saja belum cukup — harus senantiasa dibarengi dengan menjaga integritas. Sebagai lulusan teologi, kebenaran bukan hanya dipelajari, tetapi harus dihayati dan dibuktikan dalam setiap sikap dan tindak laku.
"Bukan hanya sekadar ilmu pengetahuan, tapi tetap menjaga integritas sebagai mahasiswa teologi."
Saat ini, satu-satunya program studi yang ada di lembaga ini adalah Program Studi Teologi. Para mahasiswa telah menempuh perjalanan belajar yang unik — mereka tidak hanya duduk di bangku kuliah, tetapi sekaligus mempraktikkan ilmu yang didapat di tengah masyarakat dan jemaat sejak masa perkuliahan.
Berbagai Langkah ke Masa Depan, Satu Tujuan: Melayani dan Membangun
Setelah kelulusan ini, para wisudawan melangkah ke berbagai arah sesuai panggilan dan tugasnya:
Sebagian kembali ke daerah asal masing-masing untuk melayani dan mengabdi
Sebagian melanjutkan studi ke jenjang Sarjana Magister (S2) di STT lain
Ada yang ditugaskan ke daerah-daerah jauh, termasuk kembali ke Papua maupun bertugas di Sumatera
Harapan besar lembaga adalah agar seluruh lulusan dapat pulang ke daerahnya masing-masing, membawa ilmu, kebenaran, dan teladan yang telah dibentuk selama menempuh pendidikan di sini.
Angkatan yang diwisuda kali ini memulai perjalanan dengan jumlah 80 mahasiswa di tingkat pertama. Hingga hari ini, setelah melewati proses belajar yang panjang dan penuh tantangan, 21 orang yang bertahan dan berhasil menyelesaikan studinya. Angka ini menunjukkan bahwa perkuliahan di sini bukan sekadar formalitas — menuntut ketekunan, kesabaran, dan iman yang teguh hingga garis akhir.
Sekolah Tinggi Teologi Penyebaran "Suara Kebenaran" bukanlah lembaga yang baru berdiri. Lembaga ini telah mengukir pengabdian di bidang pendidikan rohani sejak 11 April 1970. Selama lebih dari setengah abad, ribuan putra-putri bangsa telah dibentuk dan dikirim ke berbagai pelosok negeri untuk menjadi pelayan dan pembangun masyarakat.
Kesan dan Pesan: Sinergi dan Toleransi yang Luar Biasa
Dalam kesan dan pesannya, Dr. Nehemia Parmonangan Pasaribu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam:
"Kami begitu bangga bahwa pemerintah terus mendukung kami dan bersinergi dengan stabil. Dan saya melihat bahwa toleransi beragama di Majalengka itu sangat positif dan luar biasa."
Kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Majalengka — meskipun Bupati diwakili oleh Dinas Pendidikan — menjadi bukti nyata dukungan dan kebersamaan antarlembaga. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan berbasis agama ini menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.
Selamat dan sukses kepada 21 wisudawan dan wisudawati angkatan XXVIII! Ke mana pun kalian melangkah — ke Papua, ke Sumatera, ke Sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa, atau ke mana pun — bawalah "Suara Kebenaran" ini. Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi utuh dalam integritas. Majalengka bangga menjadi tempat kalian menimba ilmu, dan Indonesia bangga memiliki kalian sebagai putra-putri yang siap mengabdi.
Semoga lembaga ini terus berdiri tegak, terus melahirkan lulusan berkualitas, dan menjadi rumah bagi anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Tuhan memberkati langkah kalian semua,ujar Nehemia.
Ujang Darwin


