Majalengka,faktaliputan.com
Dunia pendidikan terus bertransformasi seiring berjalannya waktu, dan kini kita menghadapi generasi peserta didik yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi digital. Mereka adalah Generasi Alfa, generasi yang sejak dini sudah akrab dengan dunia maya, gawai pintar, dan berbagai perangkat teknologi. Keakraban mereka dengan dunia digital ini tentu menjadi peluang besar yang dapat diadopsi dan diintegrasikan ke dalam proses pendidikan di sekolah.
Rd.H.Muhamad Umar Ma'ruf S.Sos.M,Si kepala dinas pendidikan majalengka memaparkan saat menghadiri WorkShop Di gedung Islamic Majalengka, Pembelajaran zaman sekarang tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Peserta didik masa kini membutuhkan pendekatan pembelajaran kekinian yang menyenangkan, relevan, dan sesuai dengan cara mereka menyerap informasi. Mengingat Generasi Alfa sangat dekat dengan digitalisasi, maka teknologi tidak boleh lagi dipandang sebagai hal asing atau sekadar pelengkap, melainkan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang kelas.
Langkah besar telah diambil pemerintah melalui kebijakan yang digagas Presiden, di mana setiap sekolah kini telah dilengkapi dengan perangkat pendukung berupa laptop dan TV pembelajaran. Infrastruktur ini disiapkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih interaktif, menarik, dan efisien. Tak hanya itu, informasi juga menyebutkan akan adanya penambahan sarana dan prasarana yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah guna semakin memperkuat kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, para pendidik diharapkan mampu mengubah cara penyampaian materi. Ilmu pengetahuan tidak lagi hanya disampaikan dalam bentuk ceramah satu arah, melainkan dapat diperdalam melalui media digital. Peserta didik tidak sekadar mendengar dan membaca, tetapi juga dapat melihat, mendengar, serta berinteraksi langsung dengan materi pelajaran melalui video, simulasi, serta berbagai sumber belajar digital lainnya,ujar H.Umar
Inilah bentuk pendalaman materi yang lebih nyata. Ketika sebuah konsep pelajaran disampaikan lewat media digital, peserta didik dapat memahaminya dengan lebih cepat, mendalam, dan tentunya lebih menyenangkan. Hal ini sejalan dengan karakteristik Generasi Alfa yang tumbuh di era informasi, sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi jembatan yang tepat untuk menyalurkan potensi mereka.
Hadirnya perangkat teknologi di sekolah bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya metode pengajaran. Dengan fasilitas yang sudah tersedia dan akan terus ditambah, diharapkan sekolah-sekolah di seluruh daerah dapat beradaptasi dan memanfaatkannya secara optimal. Mari kita sambut kemajuan ini dengan membuka ruang pembelajaran yang baru, modern, dan menyenangkan agar setiap peserta didik mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan zamannya.
Ujang darwin


