NGAWI - Faktaliputan.com, Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat, upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat terus dilakukandilakukan oleh Pemerintah Desa, salah satunya melalui kegiatan rutin Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
Di Desa Wakah, kecamatan Ngrambe, kabupaten Ngawi, Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi balita, remaja dan lansia. Melalui Posyandu, warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, terjangkau, dan berkualitas.
Posyandu balita fokus pada upaya pemantauan dan peningkatan status kesehatan balita. Kegiatan rutin yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mengalami kekurangan gizi.
Sementara itu, Posyandu Lansia memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia (lansia). Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, dan kegiatan senam sehat.
Posyandu Lansia juga berperan penting dalam mendeteksi dini penyakit-penyakit kronis yang sering dialami oleh lansia, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Dengan adanya pemantauan rutin diharapkan kualitas hidup para lansia dapat lebih baik dan mereka dapat menjalani hari tua dengan lebih sehat dan bahagia.
Kader kesehatan dan tenaga medis dari Puskesmas Ngrambe dan bidan desa juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pola hidup sehat, serta aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia.
Mudakir, selaku kepala desa Wakah mengapresiasi partisipasi masyarakat dan para kader posyandu yang terus aktif dalam mendukung program kesehatan desa. “Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap seluruh warga Desa Wakah, dari balita hingga lansia, dapat terus sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Beliau menambahkan, dengan adanya Posyandu, baik untuk balita maupun lansia, masyarakat di desa Wakah dapat menikmati hidup yang lebih sehat dan sejahtera. Posyandu bukan hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wujud nyata dari gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Tahun ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah desa, karena saat ini Dana Desa (DD) yang masuk ke Rekening Kas Desa (RKD) mengalami penyesuaian yang cukup signifikan, yakni hanya berkisar di angka 300 jutaan rupiah. Meskipun kita menghadapi keterbatasan anggaran, saya berharap hal ini tidak mengurangi kualitas kegiatan dan pelayanan kita kepada masyarakat, pungkasnya. (Agus C)




