Faktaliputan.com - Padang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Syofian Hendri, S.Pd.I., MM., kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun wawasan kebangsaan dan kapasitas demokrasi generasi muda.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu (18-19/04/2026), Syofian Hendri menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik bagi generasi muda yang dipusatkan di Kota Padang.
Interaktif ini diikuti oleh 61 orang peserta yang merupakan perwakilan pemuda-pemudi dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Para peserta tersebut berasal dari lima daerah/kota yang berbeda, meliputi Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang Panjang, dan Kota Sawahlunto.
Dalam keterangannya, Syofian Hendri menekankan bahwa pendidikan politik bagi kaum muda merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Di tengah dinamika politik dan pemerintahan saat ini, pemuda dituntut untuk tidak apatis, melainkan harus melek politik dan memahami fungsi-fungsi pemerintahan serta legislasi.
“Generasi muda adalah pewaris estafet kepemimpinan di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.
Pendidikan politik ini kita laksanakan bukan sekadar untuk mengenalkan sistem demokrasi, tetapi untuk menumbuhkan kesadaran kritis, integritas, dan partisipasi aktif mereka. Kita ingin mencetak pemuda yang cerdas dalam merespons kebijakan dan siap menjadi pemimpin di masa depan,”ujar Syofian Hendri.
Selama dua hari pelaksanaan, ke-61 peserta dibekali dengan berbagai materi komprehensif, mulai dari peran fungsi legislatif, pentingnya integritas dalam proses demokrasi, hingga cara mengawal kebijakan publik di daerah masing-masing.
Diskusi dua arah dan simulasi juga mewarnai jalannya acara, sehingga para pemuda dapat secara langsung mengutarakan pandangan serta aspirasi mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta yang telah mendapatkan pembekalan dapat kembali ke daerah asalnya masing-masing sebagai agent of change (agen perubahan).
Mereka diproyeksikan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya pemahaman politik yang sehat, santun, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
(Maruli)
