• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Kontribusi Akademisi Maritim dalam Diskursus Geopolitik: Kehadiran Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono di Forum Nasional

    Selasa, 28 April 2026, April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T02:05:44Z
    masukkan script iklan disini
    FAKTA LIPUTAN.COM -
    Jakarta – Dinamika geopolitik global yang semakin kompleks menuntut keterlibatan aktif para akademisi dalam memberikan pandangan strategis dan konstruktif. Hal tersebut tercermin dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita pada 27 April 2026 di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono turut hadir sebagai peserta, menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pemikiran kebangsaan melalui pendekatan akademik.

    Diskusi yang mengangkat tema “Udara Indonesia dalam Pusaran Kepentingan AS dan China” ini menjadi wadah penting untuk membedah pengaruh rivalitas global terhadap kedaulatan nasional. Isu yang diangkat tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan udara, tetapi juga menyentuh dimensi politik, ekonomi, serta stabilitas kawasan. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana posisi Indonesia sebagai negara strategis di kawasan Indo-Pasifik harus mampu menjaga keseimbangan di tengah tekanan dua kekuatan besar dunia.

    Kehadiran Prof. Eddy Sumartono dalam forum ini memberikan warna tersendiri, khususnya dari perspektif maritim. Sebagai akademisi yang memiliki latar belakang kuat di bidang pelayaran dan manajemen, ia memandang bahwa pembahasan mengenai kedaulatan udara tidak dapat dipisahkan dari konteks keamanan laut. Keterkaitan antara ruang udara dan wilayah perairan menjadi faktor penting dalam menjaga integritas nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

    Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang memiliki reputasi di bidangnya masing-masing, di antaranya Didik J. Rachbini, R. Siti Zuhro, Nuhfil Hanani, serta M. Nasih. Kehadiran mereka memperkaya diskusi dengan beragam sudut pandang yang kritis dan solutif, mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan global.

    Selama berlangsungnya diskusi, berbagai gagasan strategis muncul sebagai respons terhadap situasi internasional yang dinamis. Para peserta menyoroti pentingnya kebijakan nasional yang adaptif, serta perlunya peningkatan kapasitas pertahanan dan diplomasi Indonesia. Dalam konteks ini, kontribusi akademisi menjadi sangat vital sebagai sumber pemikiran berbasis riset dan analisis mendalam.

    Bagi Prof. Eddy, keikutsertaannya dalam forum ini merupakan bagian dari tanggung jawab intelektual untuk terus terlibat dalam isu-isu strategis yang berdampak luas. Ia menegaskan bahwa dunia akademik tidak boleh terpisah dari realitas global, melainkan harus menjadi motor penggerak dalam merumuskan solusi yang relevan dan berkelanjutan.

    Penghargaan berupa sertifikat yang diterima dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktifnya. Namun lebih dari itu, kehadirannya mencerminkan dedikasi seorang akademisi yang terus berupaya menjembatani antara teori dan praktik dalam konteks kebangsaan.

    Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita melalui kegiatan ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang dialog strategis bagi para pemikir bangsa. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah percaturan global. Keterlibatan tokoh-tokoh seperti Prof. Eddy Sumartono menjadi bukti bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan dan kepentingan nasional merupakan fondasi penting dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.(*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini