Faktaliputan.com - Lubukbasung - Kegiatan Pelatihan Public Speaking Pemuda Angkatan II yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat, resmi ditutup pada Minggu (19/04/2026) pukul 11.00 WIB di Kabupaten Agam.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, sejak 16 hingga 19 April 2026, dengan pendekatan pelatihan intensif berbasis praktik.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Rafdinal, M.H.
Dalam arahannya menegaskan pentingnya keberlanjutan pengembangan kapasitas pemuda, khususnya dalam kemampuan komunikasi publik.
“Penguasaan public speaking bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga menyangkut kapasitas berpikir, keberanian menyampaikan gagasan, dan kesiapan pemuda untuk terlibat dalam proses pembangunan, Ini menjadi modal penting bagi pemuda untuk mengambil peran di ruang-ruang strategis,”ujar Rafdinal.
Ia menekankan bahwa DPRD Provinsi Sumatera Barat mendukung program-program peningkatan kapasitas pemuda yang berorientasi pada penguatan keterampilan praktis dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif melalui kombinasi materi, simulasi, dan praktik langsung.
Pola residential training yang diterapkan juga dinilai efektif dalam membentuk kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi peserta.
Dari hasil evaluasi kegiatan, terlihat adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam menyampaikan ide secara terstruktur dan percaya diri.
Pada sesi akhir, peserta mampu menampilkan performa komunikasi yang lebih matang dibandingkan saat awal pelatihan.
Sejumlah peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda, terutama dalam mengatasi rasa gugup serta membangun keberanian untuk tampil di depan publik.
Selain itu, interaksi intensif selama pelatihan turut memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemuda dari berbagai latar belakang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Sumatera Barat, Sandy Waldi, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terlaksananya rangkaian acara, tetapi dari perubahan kapasitas peserta secara nyata.
“Kami melihat proses yang sangat progresif selama empat hari ini. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan komunikasi yang lebih terstruktur. Ini menjadi indikator bahwa pendekatan pelatihan yang digunakan berjalan efektif,”ujarnya.
Sandy juga menambahkan bahwa pola pelatihan berbasis praktik dan residential training memberikan ruang pembelajaran yang lebih mendalam dan berkelanjutan bagi peserta.
Pada saat pembukaan kegiatan tanggal 16 April 2026, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, S.E., S.H., M.M, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya pemuda.
“Penguatan soft skills, khususnya kemampuan komunikasi publik, menjadi kebutuhan utama pemuda saat ini. Kegiatan ini dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik agar peserta benar-benar siap menghadapi tantangan di dunia nyata,”kata Mahdianur.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), khususnya pada domain pendidikan dan keterampilan serta partisipasi dan kepemimpinan.
Dispora Provinsi Sumatera Barat juga terus memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam membina dan melindungi generasi muda dari berbagai perilaku berisiko, seperti LGBT, penyalahgunaan narkoba, tawuran, serta bentuk-bentuk penyimpangan sosial lainnya.
Upaya ini dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berbasis kreativitas, keterampilan, dan penguatan karakter,”ujar Mahdianur.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga edukatif dan partisipatif, dengan mendorong pemuda terlibat aktif dalam kegiatan positif yang membangun kapasitas diri dan daya saing.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memiliki peningkatan kapasitas secara individu, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Sumatera Barat.
(Maruli)
