• Jelajahi

    Copyright © Fakta Liputan Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Semangat Belajar Tanpa Batas: Kehadiran Prof. Capt. Eddy Sumartono Menginspirasi Generasi Akademik di Forum Bedah Buku Filsafat Dunia

    Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T03:00:45Z
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta – Semangat menuntut ilmu dan memperluas wawasan intelektual kembali ditunjukkan oleh sosok akademisi dan praktisi maritim Indonesia, Prof. Dr. Capt. Eddy Sumartono. Tokoh pendidikan yang dikenal aktif dalam dunia akademik dan kepelautan ini hadir sebagai peserta dalam kegiatan bedah buku bertajuk “Dari Athena sampai Nusantara, Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama dan Kekuasaan.”

    Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita pada 10 Maret 2026 di Jakarta. Acara ini mempertemukan para akademisi, pemikir, dan intelektual dari berbagai disiplin ilmu untuk mendiskusikan gagasan-gagasan besar dalam sejarah filsafat yang membentuk cara manusia memahami kehidupan, kekuasaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

    Kehadiran Prof. Capt. Eddy Sumartono dalam forum intelektual ini mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin. Meski dikenal luas sebagai pakar di bidang pelayaran, ekonomi maritim, dan manajemen, ia menunjukkan bahwa seorang akademisi sejati tidak pernah berhenti belajar dari perspektif keilmuan lain, termasuk filsafat.

    Bagi banyak peserta, kehadiran tokoh akademik dengan latar belakang praktis di dunia maritim tersebut menjadi inspirasi tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran filosofis tidak hanya milik kalangan humaniora, tetapi juga sangat relevan bagi para profesional di bidang sains, teknologi, maupun industri.

    Acara bedah buku ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh akademik nasional, termasuk Prof. Didik J. Rachbini, Prof. R. Siti Zuhro, Prof. Nuhfil Hanani, serta Prof. M. Nasih yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan literasi intelektual di Indonesia.

    Dalam forum diskusi tersebut, para peserta diajak menelusuri perjalanan panjang pemikiran filsafat dunia, mulai dari tradisi pemikiran Yunani kuno hingga refleksi filosofis yang berkembang di Nusantara. Diskusi tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengaitkan nilai-nilai filosofis dengan realitas sosial, politik, dan perkembangan peradaban modern.

    Bagi Prof. Capt. Eddy Sumartono, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkaya perspektif kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Dalam dunia profesional yang semakin kompleks, pemahaman filosofis mampu memberikan kedalaman berpikir, kebijaksanaan moral, serta kemampuan melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

    Partisipasinya dalam kegiatan akademik ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi generasi muda Indonesia: bahwa pendidikan tidak pernah berhenti pada gelar akademik semata. Justru setelah mencapai berbagai pencapaian, semangat belajar harus semakin diperkuat.

    Dalam era perubahan global yang cepat, para intelektual dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan memperluas wawasan lintas bidang. Kehadiran figur seperti Prof. Capt. Eddy Sumartono menjadi contoh nyata bahwa integritas akademik dibangun melalui kerendahan hati untuk terus belajar, berdialog, dan berbagi pemikiran.

    Melalui forum-forum ilmiah seperti ini, diharapkan lahir lebih banyak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan.

    Semangat belajar tanpa batas yang ditunjukkan oleh Prof. Capt. Eddy Sumartono menjadi pengingat bahwa perjalanan intelektual sejati adalah perjalanan sepanjang hayat—sebuah komitmen untuk terus mencari kebenaran, memperluas wawasan, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini